Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memperbaiki Error The system failed to boot several times before

 


Jika anda mendapatkan pesan error “The system failed to boot several times before” saat menyalakan komputer, maka artikel ini akan membantu anda mengatasi masalah tersebut. Beberapa pengguna melaporkan bahwa error ini muncul setelah system dibangunkan dari Sleep Mode. Error ini terjadi jika motherboard ASRock atau Gigabyte anda mendeteksi proses startup yang tidak stabil, kegagalan POST (Power-On Self-Test), atau pengaturan BIOS/UEFI yang bermasalah.



Memperbaiki  Error The system failed to boot several times before


Gunakan perbaikan berikut jika anda tidak dapat booting ke Windows karena error “The system failed to boot several times before” saat startup system.


Setelah anda mendapatkan error ini, tunggu beberapa detik dan komputer anda akan secara otomatis booting ke desktop.



1. Uji RAM Anda


RAM yang bermasalah dapat menyebabkan kendala saat proses booting. Untuk memastikannya, lakukan pengujian pada RAM anda. Jika system berhasil masuk ke Windows pada percobaan kedua atau ketiga, anda dapat menggunakan Windows Memory Diagnostic Tool untuk memeriksa kondisi RAM. Setelah pengujian selesai, periksa hasilnya. Jika ditemukan kerusakan pada RAM, gantilah RAM tersebut.

Jika anda tidak dapat booting ke Windows, anda dapat menguji stik RAM anda secara manual. Untuk melakukan ini, lepaskan semua stik RAM dan booting hanya dengan menggunakan satu stik RAM dalam satu waktu. Ini akan membantu anda menemukan stik RAM yang rusak.



2. Gunakan Kombinasi Slot RAM yang Benar


Jika anda memasang RAM baru, anda mungkin menggunakan kombinasi slot yang salah. Beberapa motherboard menggunakan kombinasi slot tertentu untuk memasang beberapa stik RAM. Lihat panduan pengguna motherboard anda untuk mengetahui kombinasi slot RAM yang benar untuk stik RAM anda.



3. Periksa Prioritas Perangkat Booting


Perangkat Boot mungkin tidak diatur dengan benar. Drive SSD/OS harus menjadi yang pertama dalam urutan boot.

Untuk itu, masuk ke BIOS/UEFI dan buka Boot - Boot Device Priority. Sekarang, pastikan SSD OS Windows anda adalah yang pertama.



4. Reset Boot Failure Guard


Di ASRock BIOS, buka Boot dan cari Boot Failure Guard (BFG). Jika anda melihatnya, ubah pengaturannya ke Disabled.

Jika BFG aktif, system akan mereset BIOS setelah kegagalan berulang kali.



5. Nonaktifkan Overclocking


Jika anda telah melakukan overclock pada PC anda, maka anda perlu menonaktifkannya.



6. Nonaktifkan atau Sesuaikan XMP atau Memory Profiles


Jika anda mengaktifkan XMP/DOCP Profile untuk RAM anda, maka matikan atau turunkan frekuensi di BIOS dan lihat apakah itu membantu.



7. Jalankan Startup Repair


Startup Repair adalah Windows Recovery Tool yang membantu memperbaiki masalah saat memulai system. Karena anda mengalami masalah tersebut, anda dapat menggunakan tool ini untuk menscan system guna menemukan dan memperbaiki masalah yang ada. Untuk menjalankan tool ini, anda harus masuk ke Windows Recovery Environment. Jika anda masih bisa masuk ke Windows, tekan dan tahan tombol Shift kemudan restart system anda untuk mengakses Windows Recovery Environment. Namun, jika anda tidak dapat mengakses komputer karena muncul pesan error “The system failed to boot several times before”, anda harus menghentikan proses booting normal secara paksa.


Ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Nyalakan system anda.
  • Saat anda melihat logo pabrikan atau Windows, segera tekan dan tahan tombol Power untuk mematikan paksa system anda.

  • Ulangi langkah di atas hingga anda melihat pesan Preparing Automatic Repair.
  • Sekarang, anda berada di Windows Recovery Environments. Navigasi ke Advanced Options - Troubleshoot - Advanced Options - Startup Repair. Ketika proses selesai, periksa apakah masalah masih berlanjut.



8 Reset dan Update BIOS


Jika masalah masih berlanjut, cobalah untuk mereset BIOS ke pengaturan default. Jika anda tidak mengetahui tombol akses BIOS yang tepat, silakan lihat panduan pengguna system anda. Jika anda telah banyak mengubah pengaturan BIOS, catat pengaturan saat ini sebelum melanjutkan. Langkah ini akan membantu anda memulihkan pengaturan tersebut jika proses reset BIOS tidak membuahkan hasil.

Kemungkinan penyebab lain dari masalah ini adalah versi BIOS yang sudah usang. Oleh karena itu anda perlu mengupdate BIOS anda. Download versi BIOS terbaru dari website resmi produsen komputer anda, kemudian install. Selama proses update BIOS, jangan mematikan komputer anda, karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada motherboard (sering disebut sebagai *brick*). Oleh karena itu, pastikan PC anda mendapatkan pasokan daya yang stabil selama update BIOS berlangsung. Jika anda menggunakan laptop, pastikan charger terpasang.



9. Clear CMOS


Clear CMOS dan lihat apakah itu membantu.



10. Reset PC Anda


Jika masalah terus berlanjut, reset PC anda ke default pabrik. Saat mereset PC anda, pilih opsi Keep my files untuk mencegah Windows menghapus semua file pribadi anda. Meskipun opsi ini mencegah Windows menghapus file pribadi anda, saya tetap menyarankan anda untuk membackup semua file penting sebelum melanjutkan. Perhatikan juga bahwa mereset PC anda akan menghapus aplikasi yang terinstall, jadi anda perlu menginstallnya kembali setelahnya.



11. Lakukan Clean Install Windows


Jika masalah terus berlanjut, pilihan terakhir adalah melakukan clean install Windows. Langkah ini akan menghapus semua file dan aplikasi yang terinstall. Oleh karena itu, sebelum melanjutkan, backup semua file anda ke perangkat penyimpanan eksternal. Anda dapat membuat USB flash drive bootable dengan media instalasi Windows 11 menggunakan Media Creation Tool atau tool pihak ketiga seperti Rufus.



12. Kesalahan Hardware


Jika masalah terus berlanjut setelah mencoba perbaikan di atas, anda mungkin mengalami kesalahan hardware. Bawa komputer anda ke teknisi perbaikan komputer profesional untuk bantuan lebih lanjut.



Semoga membantu!


Apa yang harus dilakukan jika PC terjebak dalam boot loop?

Jika PC anda terjebak dalam boot loop yang terus-menerus dan terus melakukan restart, anda bisa mencoba menjalankan Startup Repair. Anda dapat mengaksesnya melalui Windows Recovery Environment. Terkadang, masalah ini terjadi akibat perangkat periferal yang bermasalah. Lepaskan semua perangkat periferal untuk memastikannya. Dengarkan dengan saksama apakah ada bunyi beep yang menandakan adanya kerusakan pada hardware.


Bisakah RAM yang buruk menyebabkan PC tidak bisa boot?

Ya, RAM yang buruk dapat menyebabkan masalah booting pada PC. RAM buruk juga menunjukkan beberapa tanda atau gejala pada komputer. Jika anda melihat salah satu dari tanda-tanda ini, anda harus menguji kesehatan RAM anda menggunakan Windows Memory Diagnostic Tool bawaan. Beberapa motherboard juga memiliki indikator QLED untuk menunjukkan masalah pada komponen hardware tertentu seperti RAM dan CPU.


Sekian tutorial saya kali ini. Semoga bermanfaat dan membantu anda dalam memperbaiki  error The system failed to boot several times before di Windows 11 atau Windows 10 anda. Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pemikiran serta pengalaman anda dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. STAY SAFE & KEEP HEALTHY!!

Post a Comment for "Memperbaiki Error The system failed to boot several times before"