Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memperbaiki PC Stuck di Boot Loop Setelah Upgrade RAM

 


Jika PC anda stuck atau terjebak dalam boot loop setelah mengupgrade RAM, maka artikel ini akan membantu anda memperbaiki masalah ini. Masalah ini dapat terjadi karena berbagai alasan seperti BIOS yang out of date, masalah penempatan RAM, kompatibilitas RAM dan lainnya. Jadi, penting untuk sesegera mungkin untuk memperbaiki masalah ini dengan cepat karena anda tidak dapat menggunakan komputer karena boot loop ini.



Memperbaiki PC Stuck di Boot Loop Setelah Upgrade RAM


Jika PC Windows 10 atau Windows 11 anda stuck dalam boot loop setelah anda mengupgrade RAM, maka gunakan beberapa solusi perbaikan berikut ini untuk memperbaiki masalah ini.



1. Hard Reset PC


Langkah pertama yang harus anda lakukan adalah melakukan hard reset. Terkadang, masalah ini terjadi karena sisa muatan listrik. Dalam hal ini, melakukan hard reset PC anda dapat membantu memperbaiki masalah ini. Proses ini akan menguras seluruh sisa muatan dari kapasitor. Untuk melakukannya, gunakan langkah-langkah yang disebutkan dibawah ini.

  • Matikan laptop anda sepenuhnya (jika dihidupkan).
  • Putuskan sambungan semua periferal dan charger dari laptop anda.
  • Selanjutnya, lepaskan baterai. Jika laptop anda memiliki baterai yang tidak dapat dilepas, maka anda dapat melewati langkah ini.
  • Setelah itu, tekan dan tahan tombol Power hingga 30 detik.
  • Kemudian, masukkan kembali baterai dan sambungkan kembali charger.
  • Nyalakan laptop anda dan periksa apakah ada perubahan.



2. Periksa Status RAM di BIOS


Saya juga menyarankan anda untuk memeriksa status RAM anda di BIOS. Untuk melakukannya, masuk ke BIOS komputer anda untuk melihat apakah RAM yang terpasang ditampilkan disana. Jika BIOS komputer anda menampilkan RAM yang terpasang, maka anda perlu mencoba beberapa perbaikan lain untuk mengatasi masalah tersebut. Anda dapat mencoba mengganti RAM ke slot RAM lainnya dan melihat apakah berhasil.


Jika BIOS tidak mendeteksi stik RAM, maka stik RAM tersebut mungkin rusak. Namun, saya menyarankan anda untuk mencoba semua perbaikan lainnya sebelum langsung mengambil kesimpulan.



Merek komputer yang berbeda memiliki key khusus yang berbeda untuk masuk ke pengaturan BIOS. Kunjungi website resmi pabrikan komputer anda untuk mengetahui key yang tepat untuk masuk ke pengaturan BIOS. Setelah anda berada di BIOS komputer, cari kategori yang menampilkan informasi produk anda. Misalnya pada kategori Main yang akan menampilkan informasi memory.



3. Pasang Ulang RAM


Terkadang, masalah ini bisa terjadi karena pemasangan RAM yang salah. Pastikan semua stik RAM terpasang dengan benar. Dalam hal ini, saya menyarankan anda untuk melepas semua stik RAM dan memasangnya kembali dengan benar. Sebelum memasang stik RAM, bersihkan stik RAM dan slot RAM anda, karena terkadang debu dan kotoran di dalam slot RAM membuat komputer tidak dapat mendeteksi stik RAM yang dapat menyebabkan masalah booting.




4. Periksa Kompatibilitas RAM


Apakah RAM yang anda pasang kompatibel dengan motherboard komputer anda? Anda dapat memeriksa kompatibilitas RAM di manual motherboard atau di website produsen perangkat anda. Jika RAM anda tidak kompatibel dengan motherboard anda, maka anda wajib menggantinya.



5. Clear CMOS


Meng-clear CMOS dapat membantu memperbaiki masalah ini. Proses ini juga akan mereset BIOS ke pengaturan default. Jika PC terjebak dalam boot loop karena pengaturan BIOS yang salah dikonfigurasi, maka mengatur ulang BIOS ke nilai defaultnya akan memperbaiki masalah tersebut.


Untuk meng-clear CMOS, anda harus membuka casing komputer anda. Matikan komputer anda dan cabut kabel power untuk menghindari sengatan listrik.



Temukan baterai CMOS pada motherboard, keluarkan, tunggu beberapa menit dan masukkan kembali. Ini akan mengatur ulang BIOS ke pengaturan defaultnya. Masukkan kembali baterai dan coba booting lagi. Sebelum melepas baterai CMOS, perhatikan orientasi tanda + dan – pada baterai.



6. Update BIOS


Komputer anda terjebak dalam boot loop setelah memasang RAM baru. Dalam hal ini, saya juga menyarankan anda untuk mengupdate BIOS ke versi terbaru. Anda harus memasukkan stik RAM lama untuk melakukan tindakan ini. Masukkan stik RAM lama, kemudian booting PC anda. Setelah itu, download BIOS versi terbaru dari website resmi pabrikan komputer anda. Jika update tersedia, download dan install.


Sekarang, masukkan stik RAM baru dan lihat apakah masalahnya telah teratasi. Anda juga dapat mencoba mem-flash BIOS anda tanpa stik RAM. Mem-flash BIOS dapat berguna jika anda telah memasang CPU atau RAM baru dan terjadi masalah setelah memasang hardware tersebut.




Itu saja, dan saya harap ini membantu.


Mengapa komputer saya tidak bisa boot setelah mengganti RAM?

Ada beberapa alasan mengapa komputer anda tidak bisa booting setelah mengganti RAM. Alasan paling umum adalah masalah kompatibilitas RAM, pemasangan RAM yang tidak tepat dan pengaturan CMOS. Selain itu, pastikan koneksi semua kabel anda terhubung dengan benar.


Bisakah RAM yang rusak menyebabkan boot loop?

Ya, RAM yang rusak dapat menyebabkan boot loop. Ini adalah salah satu gejala kegagalan RAM. Oleh karena itu, jika komputer anda terjebak dalam boot loop, cobalah untuk mem-boot-nya dengan satu stik RAM (jika system anda memiliki beberapa stik RAM). Ini akan memberitahu anda apakah masalahnya ada pada RAM.


Sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat dan membantu anda dalam memperbaiki PC stuck di boot loop setelah upgrade RAM. Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pemikiran serta pengalaman anda dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. STAY SAFE & KEEP HEALTHY!!

Post a Comment for "Memperbaiki PC Stuck di Boot Loop Setelah Upgrade RAM"