Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Memperbaiki Error There is not enough free disk space to complete the System BIOS and Device Firmware update operation

 


Jika anda mengalami error “There is not enough free disk space to complete the System BIOS and Device Firmware update operation, Delete some files to free disk space and then retry again” saat mencoba mengupdate firmware pada komputer HP anda, maka artikel ini akan membantu. Namun, pengguna merek lain mungkin juga mengalami error ini, meskipun susunan kata pesan errornya mungkin sedikit berbeda. Kurangnya ruang kosong pada partisi EFI atau drive C adalah penyebab error ini.



Memperbaiki Error There is not enough free disk space to complete the System BIOS and Device Firmware update operation


Gunakan perbaikan berikut ini untuk memperbaiki error “There is not enough free disk space to complete the System BIOS and Device Firmware update operation” di system Windows anda.

Semua perbaikan akan dijelaskan secara rinci dibawah ini.



1. Jalankan Disk Cleanup


Disk Cleanup adalah utilitas bawaan di komputer Windows untuk membersihkan file sampah. Jalankan tool ini sebagai administrator dan bebaskan ruang sebanyak mungkin di drive C anda dengan menghapus file sampah. Ini bisa berupa file Windows Update Cleanup, Downloaded Program Files, Thumbnails, Restore points lama dan lainnyal. Setelah tool selesai membersihkan file sampah di drive C anda, jalankan update BIOS lagi dan lihat apakah error kembali terjadi.



2. Hapus file yang tidak diperlukan dari drive C


Setelah menjalankan tool Disk Cleanup, mungkin ada beberapa file yang tidak diperlukan di drive C anda yang menghabiskan ruang. Oleh karena itu, langkah selanjutnya adalah menghapus file-file tersebut. Tool pihak ketiga, seperti WizTree, akan memberitahu anda file mana yang menghabiskan banyak ruang di disk anda, sehingga anda dapat menghapusnya dengan aman. Scan drive C anda dengan WizTree dan hapus file yang tidak diperlukan. Dalam kebanyakan kasus, ini biasanya merupakan sisa program.


Beberapa file besar yang dapat anda hapus dengan aman adalah Pagefile.sys, weights.bin, folder $Windows.~BT dan $Windows.~WS, Windows.old, file cache WhatsApp, Hyberfil.sys, Windows Search Index dan lain-lain.



3. Update BIOS dengan USB


Anda dapat mencoba mengupdate BIOS dari USB. Proses ini berbeda dengan mengupdate BIOS dengan mendownload file BIOS ke komputer anda. Saat anda mengupdate BIOS menggunakan USB flash drive, semua file yang diperlukan tetap tersedia di drive. Oleh karena itu, error ruang disk lebih kecil kemungkinannya terjadi.


Ikuti langkah-langkah berikut untuk melakukannya.

  • Kunjungi website resmi HP dan download versi BIOS terbaru. Pastikan anda mendownload BIOS untuk komputer HP yang tepat. Jika anda tidak mengetahui nomor model komputer HP anda, sebaiknya gunakan opsi deteksi otomatis di website HP. Ini akan secara otomatis mendeteksi nomor model system HP anda.
  • Setelah mendownload versi BIOS terbaru, jalankan file installer. Software akan mengekstrak file tertentu dan kemudian secara otomatis meluncurkan tool HP Firmware Update and Recovery.
  • Colokkan USB flash drive. Tool ini akan memformat USB flash drive anda. Oleh karena itu, backup semua data andadi USB flash drive sebelum melanjutkan.
  • Pilih opsi Create Recovery USB flash drive dan klik Next.
  • Pilih USB flash drive anda di layar berikutnya dan klik Format. Jika anda tidak melihat USB flash drive apapun, klik Refresh. Jika ini tidak berhasil, colokkan flash drive ke port USB lain dan klik Refresh kembali.
  • Klik Next di layar berikutnya.
  • Pilih USB flash drive yang diformat dan klik Next. Tool ini akan menyiapkan USB flash drive untuk update BIOS.
  • Di layar berikutnya, klik Finish.
  • Sekarang, matikan system anda dan hidupkan. Biarkan USB flash drive USB tetap terpasang. Selain itu, sambungkan charge dan nyalakan power supply, meskipun laptop anda sudah terisi penuh.


Selama proses update BIOS, power supply tidak boleh terputus. Jika tidak, motherboard anda dapat rusak.



4. Tingkatkan Ukuran Partisi EFI/System


Jika error masih terjadi, upaya terakhir adalah meningkatkan ukuran partisi EFI atau System. Anda dapat melakukannya melalui tool Command Line bawaan atau tool pihak ketiga, seperti MiniTool Partition Wizard.


Meskipun mudah untuk meningkatkan ukuran partisi System, anda harus berhati-hati saat meningkatkan ukuran partisi EFI. Ukuran partisi EFI default biasanya 100 MB. Meningkatkannya menjadi 200 atau 300 MB sudah cukup.


Sekarang mari kita lihat cara menambah ukuran partisi EFI menggunakan utilitas Command Line. Sebelum melanjutkan, anda perlu membuat ruang yang tidak terisi (unallocated) di drive C anda atau katakanlah 200 atau 300 MB. Setelah itu, ikuti langkah-langkah berikut ini.

  • Tekan tombol Win + R, kemudian ketik cmd dan tekan Ctrl + Shift + Enter untuk meluncurkan Command Prompt dengan hak administrator.
  • Di jendela Command Prompt, masukkan perintah berikut dan tekan Enter. Jalankan perintah dibawah ini satu per satu. Ganti # dengan nomor disk yang benar. Seharusnya disk dengan drive C.
Diskpart
List disk
Select disk #
  • Selanjutnya, masukan perintah berikut dan tekan Enter.
Create partition efi
  • Windows akan secara otomatis mendeteksi ruang yang belum dialokasikan dan membuat partisi EFI pada ruang tersebut. Sekarang, masukan perintah berikut dan tekan Enter. Jalankan perintah satu per satu.
Format quick fs=fat32
Assign letter=y
Exit
  • Anda dapat menetapkan letter (huruf) apapun untuknya. Sekarang, masukan perintah berikut dan tekan Enter. Perintah ini akan membuat file boot pada partisi baru.
bcdboot c:\windows /s y: /f UEFI
  • Setelah itu, restart komputer anda.
  • Sekarang partisi sebelumnya tidak berguna. Anda dapat menghapusnya dengan memasukan perintah berikut dan tekan Enter.
Diskpart
List disk
Select disk #
List partition
Select partition x
  • Sekarang, temukan partisi lama berukuran 100 MB.
  • Kemudian, masukan perintah berikut dan tekan Enter.
Delete partition override


Membuat Partisi EFI Menggunakan MiniTool Partition Wizard

Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk memperluas partisi EFI menggunakan MiniTool Partition Wizard.
  • Pertama, buat ruang yang belum dialokasikan (unallocated) di drive C anda.
  • Kemudan, klik kanan pada partisi EFI anda dan pilih Extend.
  • Jendela baru akan muncul di layar anda. Di sini, anda harus memilih ruang Unallocated di menu drop-down Take Free Space from.
  • Geser slider ke kanan untuk mengalokasikan semua ruang ke partisi EFI yang ada.
  • Klik OK kemudian klik Apply. Klik Yes di kotak konfirmasi.
  • Sekarang, klik Restart untuk memulai ulang system anda.
  • Setelah restart, ruang unallotted akan ditambahkan ke partisi EFI anda.

Anda juga dapat menggunakan Niubi, AOMEI atau Paragon untuk melakukan operasi di atas.


Semoga membantu.

Bagaimana cara membebaskan ruang untuk update BIOS?
Update BIOS membutuhkan ruang kosong pada partisi EFI di drive C anda. Pertama, bersihkan file sampah dari drive C dan lihat apakah itu membantu. Jika partisi EFI anda memiliki ruang yang sedikit, anda perlu memperluasnya. Anda dapat membuat partisi EFI baru atau menambahkan lebih banyak ruang kosong ke partisi EFI yang ada. Yang terakhir tidak mungkin dilakukan dengan Disk Management. Oleh karena itu, anda perlu menggunakan software pihak ketiga.

Apakah mengupdate BIOS masih berisiko?
Tidak, update BIOS tidak berisiko. Secara umum aman, terutama jika anda menggunakan tool OEM. Namun, anda perlu menyediakan power supply terus menerus selama proses update BIOS. Power supply yang terputus selama proses update BIOS dapat merusak motherboard anda.

Sekian tutorial kali ini. Semoga bermanfaat dan membantu anda dalam memperbaiki error There is not enough free disk space to complete the System BIOS and Device Firmware update operation di Windows 11 atau Windows 10 anda. Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pemikiran serta pengalaman anda dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. STAY SAFE & KEEP HEALTHY!!

Post a Comment for "Memperbaiki Error There is not enough free disk space to complete the System BIOS and Device Firmware update operation"