Memperbaiki Windows Boot Manager has been blocked by the current security policy
Windows Boot Manager mungkin diblokir oleh security policy (kebijakan keamanan) jika terdapat masalah pada Secure Boot, konfigurasi boot UEFI yang tidak tepat, atau adanya perubahan pada file boot maupun perangkat bootable. Hal ini juga dapat terjadi setelah anda mengubah pengaturan BIOS/UEFI, mengganti drive, atau mencoba melakukan booting dari system operasi atau perangkat yang tidak dipercaya oleh kebijakan keamanan saat ini. Jika anda mendapatkan error ini, cobalah beberapa langkah berikut agar Windows Boot Manager dapat berfungsi kembali.
Windows Boot Manager has been blocked by the current security policy
Pesan Windows Boot Manager has been blocked by the current security policy berarti firmware komputer menghentikan bootloader untuk memulai karena tidak memenuhi persyaratan Secure Boot. Secure Boot adalah fitur UEFI yang membantu mencegah bootloader yang tidak tepercaya berjalan saat komputer dinyalakan. Jika pengaturan booting telah berubah atau firmware tidak mengenali bootloader Windows dengan benar, hal ini dapat memblokir Windows Boot Manager.
Memperbaiki Error Windows Boot Manager has been blocked by the current security policy
Jika Windows Boot Manager diblokir, maka ikuti solusi di bawah ini. Mari kita lihat beberapa metode berikut secara mendetail.
1. Reset BIOS ke Pengaturan Default
Langkah perbaikan yang pertama yang sebaiknya anda coba adalah mereset pengaturan BIOS/UEFI ke konfigurasi default. Boot Mode yang tidak tepat, pengaturan Secure Boot, atau konfigurasi firmware lainnya dapat mencegah Windows Boot Manager untuk dimuat.
Untuk mereset pengaturan BIOS, ikuti .langkah berikut ini.
- Restart komputer anda dan tekan tombol BIOS/UEFI berulang kali selama proses startup. Tergantung pada produsen komputer anda, tombol ini bisa berupa F2, F10, F12, Delete, atau Esc.
- Setelah anda masuk ke pengaturan BIOS/UEFI, cari opsi seperti Load Setup Defaults, Load Optimized Defaults, Restore Defaults, atau Reset to Default.
- Pilih opsi tersebut, konfirmasikan perubahan, kemudian pilih Save and Exit.
- Komputer anda akan restart secara otomatis. Periksa apakah Windows sekarang memulai dengan normal.
Ingatlah bahwa mereset BIOS dapat mengubah pengaturan seperti urutan boot, virtualisasi, profil kipas, dan konfigurasi khusus lainnya. Jika anda pernah membuat perubahan BIOS tertentu sebelumnya, anda mungkin perlu mengonfigurasinya lagi.
2. Periksa Pengaturan Secure Boot
Jika mereset BIOS tidak memperbaiki masalah tersebut, periksa konfigurasi Secure Boot. Masuk kembali ke pengaturan BIOS/UEFI anda, kemudian cari opsi Secure Boot di bawah bagian Security, Boot, atau Authentication. Jika Secure Boot dalam keadaan aktif (enabled), maka nonaktifkan Secure Boot untuk sementara, kemudian simpan perubahan tersebut, dan restart komputer.
Jika Windows berjalan setelah menonaktifkan Secure Boot, maka masalahnya mungkin terkait dengan konfigurasi Secure Boot system atau firmware yang menolak bootloader. Jika tindakan ini memperbaiki masalah, selidiki konfigurasi boot yang mendasarinya, kemudian aktifkan kembali Secure Boot.
3. Jadikan Windows Boot Manager Sebagai Opsi Boot Pertama
Prioritas booting yang keliru juga dapat mencegah bootloader Windows yang tepat untuk dijalankan. Buka pengaturan BIOS/UEFI dan masuk ke bagian Boot. Cari Windows Boot Manager dalam daftar perangkat boot yang tersedia. Jika ditemukan, pindahkan Windows Boot Manager ke urutan paling atas dalam daftar prioritas booting. Simpan perubahan tersebut, kemudian restart komputer anda. Jika anda memiliki beberapa SSD atau hard drive yang terpasang, pastikan Windows Boot Manager yang terkait dengan instalasi Windows anda dipilih sebagai opsi boot utama.
4. Restore Key Secure Boot ke Default
Jika Secure Boot diaktifkan namun Windows Boot Manager tetap diblokir, anda mungkin perlu memulihkan key Secure Boot yang tersimpan di dalam firmware. Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk melakukannya.
- Masuk ke BIOS/UEFI.
- Kemudian, temukan opsi seperti Restore Factory Keys, Install Default Secure Boot Keys, atau Restore Secure Boot Keys.
- Pilih opsi yang sesuai dan simpan perubahannya.
- Opsi dan lokasinya akan bergantung pada produsen komputer atau motherboard anda.
Setelah komputer direstart, periksa apakah Windows Boot Manager memuat secara normal.
5. Perbaiki Windows Boot Manager
Jika konfigurasi BIOS/UEFI benar, file boot Windows itu sendiri mungkin rusak. Dalam hal ini, anda perlu memperbaikinya.
- Nyalakan komputer anda menggunakan USB instalasi Windows atau recovery drive dan pilih Repair your computer - Troubleshoot - Advanced options - Command Prompt.
- Dari Command Prompt, anda dapat memeriksa dan memperbaiki Windows boot configuration.
- Pertama, jalankan perintah berikut.
- Perintah ini memeriksa instalasi Windows yang saat ini belum tercantum dalam konfigurasi boot.
- Anda juga dapat menggunakan BCDBoot untuk membuat ulang file-file boot dengan menjalankan perintah berikut ini.






Post a Comment for "Memperbaiki Windows Boot Manager has been blocked by the current security policy"