Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Aktifkan dan Konfigurasi Point-in-time restore di Windows 11

 


Point-in-time restore adalah fitur system restore baru di Windows 11. Fitur ini memungkinkan anda mengembalikan PC anda ke keadaan persis seperti pada titik waktu sebelumnya dalam hitungan menit. Anda dapat mengembalikan seluruh system (termasuk OS, pengaturan pengguna, password, aplikasi, key, sertifikat, local file dan lainnya) ke restore point yang dipilih. Dalam tutorial ini, saya akan menunjukkan kepada anda cara mengaktifkan dan mengkonfigurasi Point-in-time restore pada komputer Windows 11 dengan panduan langkah demi langkah.


Setelah diaktifkan, system secara otomatis men-capture  restore point pada frekuensi default (24 jam), yang dapat dikonfigurasi atau diubah. Seperti fitur System Restore tradisional di Windows 11, fitur Point-in-time restore menggunakan Volume Shadow Copy (VSS) untuk men-capture restore point. Fitur ini berfungsi offline; restore point diambil di background dan disimpan secara lokal di PC anda.


Saat ini, fitur Point-in-time restore ini masih dalam versi preview yang tersedia untuk Windows Insiders. Tapi itu akan segera tersedia dalam rilis stabil.



Perbedaan antara Point-in-time restore dan System Restore di PC Windows


Meskipun fitur System Restore dan Point-in-time restore sama-sama menggunakan service Volume Shadow Copy untuk mengembalikan perangkat ke keadaan sebelumnya, fitur Point-in-time restore berfokus pada meminimalkan downtime, berbagai masalah dan recovery cepat, tanpa proses pemecahan masalah yang panjang. Selain itu, beberapa poin penting membedakan Point-in-time restore dan System Restore, yaitu sebagai berikut:

  • Pemicu Restore Point: Pada Point-in-time restore, restore point diambil secara otomatis pada frekuensi terjadwal. Pada System Restore, restore point dipicu oleh peristiwa atau dimulai secara manual.
  • Konfigurasi: Fitur Point-in-time restore dikonfigurasi dari aplikasi Settings Windows dan System Restore diakses dan dikonfigurasi menggunakan Control Panel.
  • Periode Retensi: Pada fitur Point-in-time restore, restore point disimpan selama maksimal 72 jam. Di System Restore, periode penyimpanan tidak terbatas (tergantung pada disk usage/cleanup).
  • Cakupan Target: Point-in-time restore berfokus pada status Full system. Oleh karena itu, system restore point bersifat komprehensif. Di System Restore, pengaturan Registry, file system dan program yang diinstall dikembalikan, dan data pengguna atau cakupan data aplikasi mungkin berbeda.
  • Manajemen: Point-in-time restore mencakup pendekatan modern dan akan mendukung manajemen jarak jauh, namun tidak ada manajemen modern dalam fitur System Restore.



Aktifkan Point-in-time restore di Windows 11


Fitur Point-in-time restore diaktifkan secara default pada perangkat dengan ruang disk 200 GB atau lebih. Anda dapat mengaktifkan Point-in-time restore di Windows 11 menggunakan dua opsi bawaan. Gunakan salah satu opsi berikut ini.



1. Menggunakan Aplikasi Settings Windows


Ikuti langkah-langkah untuk mengaktifkan Point-in-time restore menggunakan aplikasi Settings Windows 11 berikut ini.

  • Tekan tombol Win + I untuk membuka Settings Windows.
  • Di jendela Settings, pilih System di panel kiri dan klik Recovery di panel kanan.
  • Di halaman berikutnya, klik opsi Point-in-time restore di bawah bagian Recovery options.
  • Setelah itu, gunakan tombol untuk mengaktifkan Point-in-time restore ke On.


Anda dapat mematikan opsi ini untuk menonaktifkan Point-in-time restore menggunakan aplikasi Settings kapanpun anda mau.



2. Menggunakan Registry Editor


Pertama, anda harus membackup registry Windows terlebih dahulu. Setelah itu, ikuti langkah-langkah berikut untuk mengaktifkan Point-in-time restore menggunakan Registry Editor.

  • Tekan tombol Win + R, kemudian ketik regedit dan tekan Enter untuk membuka Registry Editor.
  • Di jendela Registry Editor, telusuri jalur berikut dibawah ini.
HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Setup\Recovery\PITR\Settings
  • Jika key tersebut tidak ada, buat secara manual. Klik kanan pada key PITR, kemudian pilih New - Key dan beri nama dengan Settings.
  • Sekarang, klik dobel pada Active_UX di panel kanan. Jika DWORD ini tidak ada, maka buat. Untuk itu, klik kanan pada ruang kosong di panel kanan, kemudian pilih New - DWORD (32-bit) Value dan beri nama dengan Active_UX.
  • Selanjutnya, di jendela edit value, masukan 1 pada bagian Value data dan klik OK untuk menyimpannya.

Untuk menonaktifkan atau mematikan fitur Point-in-time restore menggunakan Registry Editor, anda dapat menghapus DWORD Active_UX atau mengatur Value data-nya ke 0 (nol).


Konfigurasi Point-in-time restore di Windows 11

Konfigurasi Point-in-time restore hanya dimungkinkan jika fitur tersebut diaktifkan. Jika tidak, semua opsi konfigurasi akan berwarna abu-abu atau tetap dinonaktifkan. Jadi, setelah fitur diaktifkan, anda dapat mengkonfigurasi Point-in-time restore di Windows 11 menggunakan langkah-langkah berikut ini.
  • Tekan tombol Win + I untuk membuka Settings Windows.
  • Di jendela Settings, pilih System di panel kiri dan klik Recovery di panel kanan.
  • Selanjutnya, klik Point-in-time restore.
  • Sekarang anda dapat mengatur Restore point frequency menjadi setiap 4 jam, 12 jam, setiap 24 jam (pengaturan default), 6 jam, dan setiap 16 jam. Scheduler akan segera menjadwalkan restore point jika tidak ada restore point yang tersedia. Jika restore point ada, system akan merencanakan restore point berikutnya berdasarkan titik terakhir dan waktu booting.
  • Selanjutnya, pilih opsi Restore point retention. Pengaturan default adalah 72 jam, setelah itu restore point akan dihapus secara otomatis. Anda dapat mengubah periode retensi menjadi 12 jam, 6 jam, 24 jam atau 16 jam.
  • Setelah itu, perluas opsi Restore point disk usage dan atur menggunakan slider. Ini adalah batas penggunaan maksimum untuk restore point. Batas penggunaan minimum dan default adalah 2%, yang dapat diperbesar hingga 50 GB.

Perlu diperhatikan bahwa batas penggunaan maksimum tidak dialokasikan sebelumnya atau dicadangkan untuk membuat restore point. Sebaliknya, itu adalah batas atas yang dapat digunakan VSS (bila diperlukan). Jika ada ruang yang tidak terpakai, ruang tersebut akan tetap tersedia untuk system.

Ketika batas penyimpanan maksimum VSS tercapai, restore point secara otomatis dihapus sesuai urutan pembuatannya. Restore point juga akan dihapus jika VSS menemui suatu kondisi (seperti disk gagal mengalokasikan memory, write error atau disk penuh). Jadi, pertimbangkan poin-poin ini saat memilih batas penggunaan maksimum untuk restore point.

Itu saja.


Bagaimana cara mengaktifkan System Restore point di Windows 11?
Untuk mengaktifkan system restore point, buka jendela System Properties, pilih drive C dan tekan tombol Configure. Pilih opsi Turn on system protection, kemudian klik Apply dan OK. Jika System Restore dinonaktifkan atau berwarna abu-abu, buka jendela Local Group Policy Editor. Akses folder System Restore. Di sana, buka pengaturan Turn off System Restore dan atur ke Not Configured untuk mengaktifkannya.

Bagaimana cara membuat  restore point secara otomatis di Windows 11?
Anda dapat secara otomatis membuat system restore point saat startup di Windows 11. Untuk ini, buat DWORD (32-bit) Value SystemRestorePointCreationFrequency di Registry Editor dan gunakan Task Scheduler untuk membuat task dan mengaturnya untuk membuat restore point secara otomatis. Selain itu, anda dapat menggunakan fitur Point-in-time restore dari aplikasi Settings untuk membuat dan mengelola restore point serta mengatur Restore point frequency.

Sekian artikel kali ini, semoga bermanfaat dan membantu anda dalam mengaktifkan dan mengkonfigurasi Point-in-time restore di Windows 11 anda. Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk berbagi pemikiran serta pengalaman anda dalam mengikuti tutorial ini. Terimakasih dan GBU. STAY SAFE & KEEP HEALTHY!!

Post a Comment for "Cara Aktifkan dan Konfigurasi Point-in-time restore di Windows 11"