Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Mengetahui Service yang Dapat Dinonaktifkan dengan Aman di Windows 10/11

 


Windows 10 dan Windows 11 memiliki banyak Service untuk memastikan system operasi berfungsi dengan baik dan lancar. Meskipun hal terbaik adalah membiarkan konfigurasi Service pada nilai defaultnya, namun ada beberapa pengguna yang menginginkan performa komputer berjalan lebih lancar lagi ingin membuat perubahan pada service Windows. Jika anda bertanya-tanya Service Windows 10 atau Windows 11 mana yang aman untuk dinonaktifkan, maka artikel ini akan membantu anda untuk mengetahuinya. Namun, saya sangat menyarankan anda agar membuat system restore point terlebih dahulu dan juga mencatat perubahan yang anda buat pada konfigurasi Service anda.


Sebelum kita melanjutkan, ada baiknya untuk memahami bagian Services Windows. Untuk membuka Services Windows, anda dapat mencarinya di Start menu dan klik untuk membukanya. Atau anda dapat menekan tombol Win + R, kemudian ketik services.msc dan tekan Enter untuk membuka Windows Services Manager. Setelah anda membuka Services Manager, anda dapat melihat daftar lengkap service, baik dari OS Windows dan juga dari aplikasi yang terinstall yang berjalan di system anda.



Setiap service memiliki Name, Description, Status, Startup Type dan Log On As. Untuk membuka properties dari masing-masing service, anda dapat mengklik dobel pada service atau dengan mengklik kanan service dan pilih Properties. Di jendela properties, anda dapat melihat beberapa bagian berikut ini.

  • Startup Type: Beberapa service diatur ke Automatic atau Automatic (Delayed Start), sementara yang lainnya di atur ke Manual dan Disabled.
  • Service Status: Ini adalah status service saat ini. Tombol tindakan tersedia bagi anda untuk mengubahnya.
  • Dependencies: Banyak service yang bergantung pada service lainnya. Beberapa fungsi lain juga dapat mengandalkannya. Anda dapat melihat dependensi service dengan beralih ke tab Dependencies di jendela Properties service. Saat anda menonaktifkan service tertentu, maka anda akan diperingatkan jika service tersebut juga di gunakan oleh aplikasi lainnya.



Anda akan melihat bahwa banyak service yang Startup typenya diatur ke Manual. Service ini dimulai hanya ketika dibutuhkan. Mereka mungkin tetap berjalan atau diatur ke stop mode saat tidak diperlukan lagi. Semntara service dengan Startup type diatur ke Automatic, biasanya penting dan terkait dengan system Windows. Misalnya aplikasi seperti program AntiVirus harus tersedia segera setelah startup Windows, jadi itu harus di atur ke Automatic.



Strategi Terbaik untuk Menonaktifkan Service di Windows 10/11


Banyak pengguna yang ingin menonaktifkan service karena dapat membantu mempercepat komputer mereka. Hal terbaik adalah melihat service yang Startup typenya diatur dalam Automatic. Service-service ini adalah satu-satunya yang meningkatkan waktu boot komputer. Di jendela Services Manager, klik Startup Type untuk mengurutkan semua service berdasarkan startup typenya.


Sekarang klik kanan pada masing-masing service dan periksa apakah anda dapat mengubah statusnya. Terkadang, opsi seperti Start, Stop, Restart dan lainnya di aktif. Jika anda menemukan itu, maka lewati service tersebut dan pindah ke service yang berikutnya. Ketika anda menemukan service dengan opsi Stop aktif yang tentunya dapat dihentikan atau diatur ke manual, makan klik dobel pada service tersebut.



Di jendela Propertiesnya, pastikan untuk membaca deskripsi service dan juga memeriksa dependensinya. Jika anda melihat service apapun bergantung pada service ini, maka jangan nonaktifkan. Jika ini adalah service yang berdiri sendiri dimana tidak memiliki dependensi service, periksa dengan apa service tersebut terkait.



Misalnya, Bonjour Service dibutuhkan oleh aplikasi dari Apple seperti iTunes. Anda dapat memilih untuk menonaktifkannya atau memilih Automatic (Delayed Start). Sebaliknya, service seperti IP Helper tidak boleh dinonaktifkan jika anda menggunakan IPv6. Ini penting untuk 6to4, ISATAP, Port Proxy, dan Teredo, dan IP-HTTPS.




Sebaiknya Biarkan Service Windows 10/11 Apa Adanya


Service apapun yang berasal dari Microsoft, yaitu "hanya" service Windows 10/11, harus disimpan apa adanya. Pengaturan ini tidak mudah dipahami bagi konsumen umum untuk memahami dampak yang akan ditimbulkannya saat anda menonaktifkan service. Meskipun banyak website dan blog menyarankan service yang dapat anda nonaktifkan, namun saya tidak mendukung pemikiran tersebut.


Jika ada service tersebut milik aplikasi pihak ketiga, anda dapat memilih untuk mengatur Startup typenya ke Manual atau Automatic (Delayed Start). Itu akan membantu mengurangi waktu boot komputer anda sehingga komputer anda booting lebih cepat. Lebih baik lagi, pastikan untuk menghapus aplikasi dari daftar Startup.



Service Windows yang Aman untuk Dinonaktifkan


Jika anda masih ingin melihat service apa yang dapat anda nonaktifkan, maka semuanya tergantung pada system anda.

  • Apakah anda pengguna PC rumah?
  • Apakah anda menggunakan internet?
  • Apakah anda terhubung ke jaringan atau domain?
  • Apakah anda menggunakan desktop atau laptop?
  • Dan seterusnya.


Service Windows berikut dapat dinonaktifkan dengan aman. Bukannya mengatur Startup typenya ke Disabled, namun anda dapat mengaturnya ke Manual, agar aman.

  • AVCTP service: Nonaktifkan jika anda tidak menggunakan perangkat Audio Bluetooth atau Headphone Wireless.
  • BitLocker Drive Encryption Service: Nonaktifkan jika anda tidak menggunakan enkripsi penyimpanan BitLocker.
  • Bluetooth Support Service: Nonaktifkan jika anda tidak menggunakan perangkat Bluetooth apapun.
  • Computer Browser: Ini akan menonaktifkan Network discovery system di local network.
  • Connected User Experiences and Telemetry: Menonaktifkan Feedback, Telemetry dan Data Collection.
  • Diagnostic Policy Service: Menonaktifkan deteksi masalah, pemecahan masalah dan resolusi untuk komponen Windows.
  • Diagnostic Tracking Service: Menonaktifkan Telemetry dan Data Collection.
  • Distributed Link Tracking Client: Jika PC anda tidak terhubung ke jaringan.
  • Downloaded Maps Manager: Jika anda tidak menggunakan aplikasi Bing Maps.
  • File History Service: Jika anda tidak pernah menggunakan Windows Backup atau System Restore.
  • IP Helper: Jika anda tidak menggunakan koneksi IPv6.
  • Infrared monitor service: Jika anda tidak pernah menggunakan transfer file melalui perangkat inframerah.
  • Internet Connection Sharing: Service lama yang dapat dinonaktifkan.
  • Netlogon: Nonaktifkan jika anda tidak berada di domain controller environment.
  • Program Compatibility Assistant Service: Ini akan menghalangi anda berjalan dalam Compatibility Mode.
  • Print Spooler: Jika anda tidak menggunakan Printer.
  • Parental Control: Jika anda tidak menggunakan fitur Parental Control.
  • Remote Registry: Baik untuk menonaktifkannya. Tidak ada yang akan dapat mengakses Registry anda dari jarak jauh.
  • Secondary Logon: Jika service ini dihentikan, type akses logon ini tidak akan tersedia. Jika service ini dinonaktifkan, service apapun yang secara eksplisit bergantung padanya akan gagal start.
  • TCP/IP NetBIOS Helper: Jika anda bukan bagian dari jaringan Workgroup.
  • Touch Keyboard and Handwriting Panel Service: Jika anda tidak memiliki perangkat sentuh baik itu layar maupun touchpad.
  • Windows Error Reporting Service: Jika anda tidak ingin menyimpan atau mengirim laporan error ke Microsoft.
  • Windows Image Acquisition: Jika anda tidak menggunakan scanner.
  • Windows Camera Frame Server: Jika anda tidak pernah menggunakan webcam atau kamera terintegrasi.
  • Windows Insider Service: Nonaktifkan jika anda bukan bagian dari Windows Insider Program.
  • Windows Search: Lakukan hanya jika anda tidak pernah menggunakan Search Windows tetapi menggunakan software search pihak ketiga.


Jadi anda perlu melihat bahwa tidak semua skenario yang dapat diterapkan untuk semua service dan oleh karenanya menjadi penting bagi anda untuk mengetahui system anda dan apa yang anda inginkan.


Semoga bermanfaat untuk anda! Jangan lupa tinggalkan komentar anda dibawah ini untuk membagikan pemikiran serta pengalaman anda dalam mengikuti artikel tentang service yang dapat dinonaktifkan dengan aman di  Windows 10 atau Windows 11 anda. Jika anda memiliki masukan lainnya, maka jangan lupa untuk membagikannya dengan kami. Terimakasih dan GBU. BERSATU LAWAN COVID-19!!

Post a Comment for "Cara Mengetahui Service yang Dapat Dinonaktifkan dengan Aman di Windows 10/11"